Perjalanan Jakarta-Bandung via KA Argo Parahyangan

Hari minggu 11 Juli 2010 aku melakukan  perjalanan dari Jakarta ke Bandung,  awalnya sih cuma iseng setelah sehari sebelumnya ikut ujian cpns Depkeu. Berhubung si luviluppy (Hehe.. panggilan Yayangku) kerja di Bandung aku sempetin untuk ketemu. Pikirku, Jakarta- Bandung deket lah.. dari pada seperti sekarang gw sendiri kerja di Semarang. Akhirnya dengan memantapkan hati aku putuskan untuk berangkat hari minggu. Sebelumnya uda pernah dari Bandung-jakarta naik travel C**pg*nt*. Maklum Blom punya kendaraan sendiri cuy.. Kali ini aq putuskan untuk naik kereta. Kangen juga naik Kereta, soalnya angkutan ini yang berjasa mengantarkanku melakukan  perjalanan dari Pemalang ke Semarang semasa kuliah. Dulu hampir tiap minggu bolak-balik naik KA Kaligung. Lanjut… Pagi harinya aku coba cari jadwal keberangkatan lewat internet. Karena jarum jam udah lewat angka 09.00 , kayaknya aku harus naik yang jadwal keberangkatan jam 11.30. Aku meluncur dari Slipi menuju stasiun Gambir. Setelah lewat antrian yang gak begitu panjang aku beli tiket untuk kelas bisnis Rp.30.000,. sebenernya ada tiket untuk kelas Eksekutif  Rp.65.ooo. Tapi semua kursi untuk kelas Eksekutif  sudah penuh. Ya udah kelas bisnispun jadi,  itupun ga kebagian tempat duduk. Ga papa lah.. Jam 11.30 tepat kereta berangkat dari stasiun Gambir transit ke stasiun Jatinegara dan terakhir stasiun Bekasi untuk mengangkut penumpang. aku liat masih ada kursi penumpang yang masih kosong. Tanpa basa-basi langsung aku ambil alih sebelum diambil orang lain. Akhirnya.. bisa juga melakukan perjalanan dengan nyaman tanpa ribet gelar koran. Ini perjalanan pertamaku naik kereta dari Jakarta menuju Bandung. Sepanjang perjalanan mataku ga bisa istirahat melihat pemandangan yang masih eksotis. Fantastis.. Rel-rel besi yang melewati perbukitan kadang bikin jantung dag,dig,dug pas nglewatin jembatan-jembatan yang super tinggi.. tapi semua itu hilang oleh sensasi panorama bumi parahyangan yang begitu orisinil.



Sekilas tentang KA Argo Parahyangan yang aku tumpangi. Sebenernya Argo Parahyangan merupakan hasil perkawinan dari KA Parahyangan dan KA Argo Gede yang operasinya berakhir tanggal 27 April 2010 kemarin setelah masa pengabdiannya selama 39 tahun mulai 1974. PT KAI menutup KA Parahyangan dan KA Argo gede akibat kerugian yang katanya sekitar Rp 36 miliar setiap tahun. Ini dikarenakan banyaknya penumpang yang mulai beralih menggunakan jalur tol Purbaleunyi. Jelaslah, bisnis kereta juga gak bakal bertahan dilibas kerugian sebesar 36 Miliar  per tahun. KA Parahyangan dan argo Gede mulai terancam dengan banyaknya travel yang melayani rute Jakarta-Bandung via tol Purbaleunyi. Ya contohnya seperti yang aq sebutin di atas. Tapi kalo kita renungkan sejenak bro dibukanya tol Purbaleunyi-cikampek juga berimbas pada kehidupan sosial warga Bandung. Dari segi ekonomi emang menguntungkan bagi pemerintah kota Bandung dan warganya sendiri karena meningkatkan jumlah perputaran uang terutama dari Jakarta. Dengan segala potensi yang ada dari kota Bandung sendiri menarik minat warga Jakarta untuk sekedar mampir ato jalan-jalan dan membelanjakan uang mereka di Bandung. Dulu sebelum dibukanya tol Purbaleunyi- Cikampek, Bandung masih jarang terkena macet. Tapi sekarang hampir tiap weekend atau libur panjang eksodus kendaraan pribadi dari jakarta ke Bandung menyebabkan jalan-jalan di Kota Bandung yang terkenal sempit  terkena macet. Nah bro, tahu efeknya apa bagi lingkungan bandung? Tingkat pencemaran udara jadi meningkat. Dulu Bandung terkenal dengan udaranya yang sejuk, sekarang hampir sama dengan udara di kota-kota besar lainnya. Yang panaslah, sumpek dll.. Sebenernya kalo diliat tata ruang kota Bandung., Bandung sendiri belom siap untuk menampung eksodus kendaraan-kendaraan berplat jakarta yang notabene jalan-jalan dikota Bandung masih sempit. Kalo aku berpendapat dengan dibukanya akses transportasi yang baru memang menguntungkan dari segi ekonomi.. Tapi perlu diingat bro, masih ada moda transportasi lain yang lebih lagi menguntungkan untuk menjadi perhatian yaitu kereta api. Disatu sisi mendukung usaha untuk meningkatkan pemakaian angkutan massal ketimbang kendaraan pribadi. Juga melestarikan perjalanan sejarah perkeretaapian. Apa kita tega melihat jembatan-jembatan kereta api raksasa yang masih kokoh terbengkalai karena tidak ada kereta api yang melewati rute itu?? “It’s our heritage Bro…” Menurutku Kereta Api masih jauh lebih oke kalo kita mau melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung juga sebaliknya. Gak perlu khawatir buat jalan-jalan ke Bandung tanpa kendaraan pribadi. Ribuan angkot-angkot Bandung dengan setia akan melayani perjlanan anda.. Hehe.. Viva KA Argo Parahyangan!!

Tentang indravaganza

Unique Me
Pos ini dipublikasikan di Paradiso. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s