Nostalgia Warung Sego Kucing

Wah. kalo inget jaman kuliah dulu emang serasa digodok di kawah candradimuka. Hehehe… Ya iyalah.. apalagi mahasiswa cupen kaya aku. Tinggal disepetak kamar  yang berukuran 3 x 2,5 m. Tiap awal bulan harus maen kucing-kucingan sama si empunya kos. Beli rokok juga mampunya batangan. Makanya harus putar otak buat mengatur pengeluaran. Yaah.. begitulah perjuangan. Yang paling tidak lepas dari ingatan yaitu nongkrong di warung sego kucing hampir tiap malem. Masih segar di kepala tentang warung yang satu ini. “Sego kucing”.. Warung yang paling banyak pengunjungnya terutama di kalangan mahasiswa ngekos yang notabene punya duit cupen karena masih dijatah Ortu.

Warung ini banyak ditemui di kota2 seperti Jogja atau biasa disebut “warung angkringan”, Solo, dan Semarang. Di Semarang sendiri keberadaan warung yang menyajikan Nasi Kucing cukup banyak dan dengan mudah dapat ditemukan, sebut saja seperti di Bundaran Simpang Lima, Jl.Pahlawan, Jl.Hayam Wuruk, Jl.Sriwijaya, Jl.Pleburan, Jl.Kertanegara, Jl.Kusumawardani, Jl.Singosari dan masih banyak lagi di tempat lainnya, baik di kawasan Semarang Bawah maupun Semarang Atas. Hampir disetiap sudut gang deket kos-kosan, kayaknya hampir pasti ada warung yang satu ini. Buka menjelang maghrib sampe subuh sangat pas momennya di saat para penghuni kos-kosan sudah tidak ada aktivitas perkuliahan atau pekerjaan.

Disebut sego kucing ato nasi kucing karena emang porsinya yang seumprit alias mirip porsi makanan kucing yang dibungkus kecil-kecil. Sebungkus nasi kucing berupa nasi yang besarnya tidak lebih dari kepalan tangan ditambah bermacam lauk yang seupil pula. Menu yang disajikan seperti nasi goreng, nasi kuning, nasi rendang, nasi ikan nasi telur, nasi tahu tempe, nasi teri, nasi ayam goreng, nasi ati, nasi tempe kering, nasi babat, nasi bandeng, nasi usus, nasi kepala ayam, nasi rames dan lainnya. hehe.. Maklumlah.. ada harga ada rupa. Biasanya nasi kucing disajikan bersama aksesories pelengkap seperti tempe mendoan, tahu petis, sate usus, kripik kulit, sate kerang dan kawan-kawan. Cukup ditemani segelas es teh manis ataupun susu jahe sudah bisa merasakan sensasi warung yang satu ini.

Paling khas dari warung sego kucing adalah  dagangannya yang digelar menggunakan gerobak dengan atap terpal biasanya hanya diterangi oleh lampu teplok sehingga terkesan remang-remang.., Tapi bukan “remang-remang” yang xxx loh ya….!! dasar mesum.. haha, becanda Boss…!! Lanjuut.. Para penikmatnya biasanya nongkrong bersama temen ato kolega bahkan pacar di warung ini dengan hanya beralaskan tikar saja. Emang warung yang satu ini dikenal sangat merakyat. Disamping harganya yang sangat terjangkau juga sangat pas untuk sekedar mencari tempat nongkrong yang murah meriah. Inilah gambaran kehidupan malam yang menemani mahasiswa berkantong cekak seperti saya yang sekedar ingin mengobati rasa lapar dan dahaga  melalui kenestapaan namun tanpa mengurangi kenikmatan dan rasa kebersamaan.

Tentang indravaganza

Unique Me
Pos ini dipublikasikan di Wisata Kuliner. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s