Touring ke Pantai Sawarna

1385587_578896455522995_1092812722_n

My Ride On The Spot

Perjalananku kali ini mengeksporasi tempat wisata di sisi selatan wilayah Banten yang konon katanya masih terdapat salah satu surga tersembunyi yaitu pantai sawarna. Sebagai salah satu mutiara baru objek wisata di Banten yang konon dulunya berupa hutan pantai yang dikenal dengan nama Desa Siluman. Kawasan eks desa siluman yang sedang ramai diperbincangkan di dunia maya itu kini bangkit menjadi tujuan wisata yang lebih menarik daripada Pelabuhan Ratu di Sukabumi. Pantai ini masih berada dalam satu garis pantai dengan Pelabuhan Ratu. terletak di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Berjarak 150 km dari Rangkasbitung, Ibu Kota Kabupaten Lebak. Bagi anda yang berdomisili di Jabodetabek Pantai Sawarna bisa ditempuh dari dua arah, yaitu dari Jakarta ke arah Barat via Pandeglang atau dari Jakarta ke selatan via Pelabuhan Ratu di Sukabumi dan menyusur pesisir selatan. Rute Jakarta-Tangerang-Tigaraksa-Lebak-Malingping-Bayah bisa memakan waktu 6,5-7 jam. Sedang Rute Jakarta-Sukabumi via Pelabuhan Ratu hanya perlu 5 jam saja.

Rute Labuan - Sawarna

Rute Labuan – Sawarna

Kali ini saya memulai perjalanan dari tempat saya yaitu kec. Labuan Kab. Pandeglang. Rute yang saya tempuh yaitu dari Labuan – Saketi – Malingping – Bayah. jarak tempuh yang diperlukan memakan waktu sekitar 5 jam. dengan berbekal seekor y*m*h* Byson dan perlengkapan pendukung seperti GPS, Box tambahan saya berangkat jam 08.00 pagi  melewati jalur Labuan – Menes – Saketi kondisi jalan relatif mulus karena memang jalan provinsi ini baru saja di perbaiki.  Sampai di pertigaan Saketi saya ambil jalur yang menuju ke Malingping. Karena hari sudah cukup siang, berkendara motor melawati jalur ini cukup menguras fisik dikarenakan jalan yang rusak ditambah udara yang panas, mengendalikan sosok Byson yang gambot perlu manuver yang extra. Sepanjang Jalur Saketi – Malingping saya harus extra hati-hati karena kondisi jalanan rusak dan beberapa kali berpapasan dengan truk-truk besar yang mengangkut sawit. Kondisi jalanan yang rusak ditambah kemarau panjang dibarengi kendaraan berat yang melintas mengaharuskan saya untuk melawan debu dan pasir yang berterbangan sepanjang jalan. Tips ketika berkendara motor melewati jalur ini pakailah perlengkapan berkendara motor  yang memadai antara lain Helm Full face, Masker, Jaket, Sepatu dan sarung tangan dan kondisi motor juga harus dalam keadaan fit. Jika anda melewati jalur ini pada waktu malam hari cek lampu2 motor anda karena penerangan di jalur ini masih sangat minim.

Sesampainya di pasar Malingping saya mengambil jalur yang menuju Kec. Bayah. Jalur ini masih relatif bagus dan lurus. Selepas berjam-jam melintasi jalanan rusak dari Saketi ke Malingping, melintasi jalur ini  serasa membangkitkan adrenalin untuk memacu kencang si Byson. Tapi bagi anda pengendara motor saya anjurkan untuk tetap berhati-hati karena  terdapat jalan berlubang dan berpasir ditambah tikungan yang berkelok di beberapa titik. Sepanjang jalur anda akan disuguhi pemandangan Pantai Selatan yang cukup eksotis. Beberapa kali saya berpapasan dengan beberapa klub motor yang juga melakukan touring ke Pantai Sawarna. Sesampainya di kec. Bayah pas di terminal bayah saya ambil jalur ke kanan arah ke Pelabuhan Ratu. Disini jalanan juga cukup bagus dan lebar. Jalur yang agak menanjak memanjang garis pantai  memuskan saya untuk menikmati pemandangan pantai dari ketinggian. Gak jauh dari situ terdapat persimpangan jalan saya ambil jalur kekanan dan  melewati jalur yang sempit menyusuri hutan langung menuju kecamatan Sawarna.

Setelah kurang lebih 5 jam perjalanan sampailah saya di kecamatan Sawarna. Memasuki Objek Wisata saya melewati jembatan gantung yang hanya cukup dilalui 1 kendaraan motor. Tapi jika anda berkendara mobil anda harus memarkirkan kendaraan di luar tempat wisata. Setelah melewati jembatan anda akan menyusuri gang perkampungan.  memasuki gang perkampungan saya menemui banyak sekali hotel atau homestay yang bisa anda sewa. Tingginya mobilisasi wisatawan ke daerah ini beberapa tahun terakhir ternyata berdampak pada transformasi dari pemukiman warga menjadi penginapan seperti Hotel maupun Homestay. Ketika Sawarna ramai dikunjungi wisatawan, maka apapun yang disajikan akan laku terjual. Hal ini tentu daja berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Begitu memasuki kawasan suasana objek wisata sangat terasa dengan banyaknya wisatawan bahkan beberapa turis mancanegara singgah ke kawasan ini. Tak terkecuali para pengendara motor yang tergabung dalam klub-klub motor juga melakukan perjalanan toruring-nya ke objek wisata ini.

Desa Sawarna

Desa Sawarna

Sesampainya di TKP rasa capek, pegal dan lelah menempuh perjalanan dengan motor cukup terbayarkan dengan pesona pasir putih yang luas Pantai Sawarna yang masih alami dan bersih. Angin yang cukup kencang menghasilkan deburan ombak yang cukup tinggi sehingga tak sedikit wisatawan tak mensia-siakan momen untuk ber-surfing atau hanya sekedar berfoto2 untuk mengabadikan landskap sawarna yang eksotis ini. Tak hanya itu, ternyata di lokasi ini  terdapat tempat-tempat eksotik lain diantaranya Tanjung Layar, Pulau Bokor (Cipamadangan), Pulau Manuk , dan Gua Laylay. Berhubung tak banyak waktu luang yang saya miliki saya tidak mengunjungi ke semua objek wisata tersebut.Tapi overall saya merasa puas berkunjung ke Pantai Sawarna. Sebuah perjalanan panjang yang menjadikan pengalaman tak terlupakan bagi saya.

Tanjung Layar

Tanjung Layar

Pulau Bokor

Pulau Bokor

Goa Lalay

Goa Lalay

Tentang indravaganza

Unique Me
Gambar | Pos ini dipublikasikan di Paradiso. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s